halwa telinga

Saturday, June 21, 2008

ayah


ketika kejauhan

masihku hangat kasihmu ayah

betapaku rindukan redup wajahmu

hadir menemaniku


terbayang ketenangan

yang selalu kau pemerkan

bagaikan tiada keresahan


walau hatimu sering terluka

tika diriku terlanjur kata

tak pernah sekali kau tinggalkan

diriku sendirian


ketikaku dalam kedukaan

kau mendakap penuh pengertian

disaat diriku kehampaan

kau setia mengajar ku erti kekuatan


terpancar kebanggaan

dalam senyummu

melihatku berjaya

bilaku kegagalan

tak kau biarkanaku terus kecewa

dengan kata azimat

engkau nyalakan semangat

restu dan doa kau iringkan


tak dapatku bayangkan

hidupku ayah

tanpa engkau disisi

semua kasih sayang

yang kau curahkan

tersemat dihati.....